Sleman, 12 November 2025 – UGM Residence menyelenggarakan pelatihan bertema “Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas” di Auditorium Grha Sabha Pramana. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang inklusif, meningkatkan kepekaan staf, sekaligus memperkuat komitmen UGM Residence dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengguna layanan. Kegiatan diikuti oleh manajemen serta karyawan UGM Residence.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Manajer SDM dan Pemasaran UGM Residence, Agus Hartono, S.E., M.Ec.Dev. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya membangun kemampuan pelayanan yang inklusif. Beliau juga mengajak seluruh staf untuk terus meningkatkan keterampilan dan sensitivitas dalam melayani, karena UGM Residence harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan setara bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.
Sesi utama pelatihan menghadirkan Dr. Wuri Handayani Kepala Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM. Beliau memaparkan bahwa tujuan utama kegiatan ini ialah meningkatkan pemahaman, pengetahuan, kepekaan, serta keterampilan staf dalam berinteraksi dan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas. Dr. Wuri menekankan bahwa disabilitas adalah bagian dari keberagaman manusia, sebagai sifat yang melekat seperti warna kulit, bentuk tubuh, atau karakteristik fisik lainnya. Peserta juga diperkenalkan berbagai ragam disabilitas, mulai dari fisik, sensorik, intelektual, hingga mental.

Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui sesi simulasi yang dipandu oleh tim dari ULD UGM dan UKM Peduli Difabel. Simulasi dibagi menjadi empat pos yaitu simulasi disabilitas tuli, netra, fisik, serta simulasi evakuasi kedaruratan. Melalui kegiatan ini, para peserta belajar dasar bahasa isyarat, pendampingan yang tepat untuk teman netra, serta praktik mendorong kursi roda di berbagai kondisi. Simulasi tersebut membantu peserta merasakan tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dan memahami pentingnya pelayanan yang tepat.

Pelatihan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan mendapatkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Mulai dari sesi materi hingga praktik lapangan dan mencoba setiap simulasi dengan sungguh-sungguh. Sebagai penutup, peserta diminta mengisi kuesioner evaluasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, UGM Residence menegaskan kembali komitmennya untuk membangun lingkungan yang inklusif, humanis, dan ramah bagi semua. Diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan serta kepekaan yang diperoleh, sehingga pelayanan yang diberikan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga benar-benar mencerminkan sikap peduli, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa dengan beragam latar belakang.




