Baciro, Yogyakarta – 7 Februari 2026
Pada Sabtu syahdu yang baru dibasuh gerimis, kehangatan berpendar dalam kumpulan panitia Cultural Festival (Culfest) 15 yang berkumpul di aula Gedung Serbaguna Asrama Darmaputera Baciro. Hari ini, mereka berkumpul untuk melakukan pertemuan pertama seluruh panitia Culfest 15. Anggota kepanitiaan Cultural Festival 15 sendiri terdiri dari penghuni asrama UGM Residence. Dengan proses seleksi panitia oleh para kakak-kakak fasilitator UGM Residence, para mahasiswa penghuni asrama UGM Residence dipilih dengan ketat dan adil. Mereka akhirnya dikumpulkan bersama dalam acara Ngobeng I dengan tema, “Langkah Awal di Dermaga Seguyub.”
“Ngobeng” sendiri merupakan tradisi masyarakat dari Sumatera Selatan yang lekat dengan momen berkumpul dan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dalam berbagai perayaan, mulai dari pernikahan hingga syukuran. Lalu seiring dengan berjalannya waktu, makna ngobeng tidak lagi hanya menjadi bagian dari seremoni adat, tetapi juga berkembang sebagai simbol pertemuan, kehangatan, keakraban, dan yang paling pentingnya, rasa kekeluargaan. Hal ini UGM Residence implementasikan dalam bentuk pertemuan pertama panitia Cultural Festival 15 di Asrama Darmaputera Baciro.

Dengan mengusung tema “Langkah Awal di Dermaga Seguyub,” pertemuan pertama ini dapat dimaknai sebagai titik awal perjalanan bersama. Dermaga menjadi simbol tempat berlabuh, bertemu, dan bersiap melangkah menuju tujuan yang sama. Melalui konsep ngobeng, panitia diajak untuk membangun keakraban, mempererat tali kesolidaritasan, serta menumbuhkan semangat yang seguyub, yakni selaras, bersatu, dan saling menguatkan dalam mengarungi rangkaian acara Cultural Festival 15 ke depan.
Rangkaian acara dimulai dari meja registrasi, yang disambut langsung oleh para kakak fasilitator asrama UGM Residence dengan hangat, kemudian mempersilakan para panitia untuk memasuki Gedung Serbaguna di Asrama Darmaputera Baciro. Di Gedung Serbaguna, mereka bersiap-siap dengan kostum unggulan mereka masing-masing untuk melakukan sesi photoshoot, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Manajer UGM Residence, Ibu Wijayanti, S.I.P., M.Sc
“Berbudaya ada dalam karakter kita sehari-hari,” tuturnya dengan nadanya yang hangat dan keibuan pada seluruh panitia yang hadir berkumpul. “Selama saya menjadi Manajer UGM Residence, sudah empat kali saya ikut acara Cultural Festival. Dari tahun ke tahun tentunya saya berharap selalu ada improvisasi dan Culfest terus berkembang.”

Acara dilanjutkan dengan sesi makan bersama-sama, berbincang hangat, lalu menampilkan pose andalan divisinya masing-masing di panggung, dilanjutkan dengan sesi permainan yang berjudul “Romeo, Juliet, dan Kurcari” dan diakhiri dengan perilisan logo Cultural Festival 15 oleh Muhammad Hazel, selaku koordinator umum panitia Cultural Festival 15.
