Jum’at, 1 Mei 2026 – Grha Sabha Pramana
Siang hari yang hangat di daerah Universitas Gadjah Mada, semakin hangat oleh momen kebersamaan para jajaran petinggi Universitas Gadjah Mada, jajaran pihak manajemen UGM-Residence, para mahasiswa penghuni asrama, hingga para peserta lomba, stan ekspo, dan para pengunjung yang mengikuti pembukaan Cultural Festival 15.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari moderator, yang menyapa dengan penuh semangat orang-orang yang hadir memenuhi Grha Sabha Pramana. Acara selanjutnya adalah laporan dan sambutan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Pada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada UGM Residence yang secara konsisten menyelenggarakan Cultural Festival selama lima belas tahun. Beliau berharap agar kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai unit dan antar komunitas dapat dilanjutkan dan dikuatkan pada pelaksanaan Cultural Festival selanjutnya. “Karena hakikat kebudayaan Indonesia adalah kolaborasi, gotong royong yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang humanis, harmonis, dan berkeadilan sosial,’ tegas beliau.
Manajer Utama UGM Residence, Wijayanti, S.I.P., M.Sc. menyampaikan bahwa UGM Residence ingin keberagaman budaya dapat dieksplorasi oleh seluruh warga UGM. “Kebudayaan kami pilih sebagai format utama, karena bagi kami, kebudayaan adalah pondasi dalam pembentukan karakter,” ujarnya.
Dalam laporannya Koordinator Umum Cultural Festival 15, Muhammad Hazel menyampaikan antusiasme peserta pada setiap sub-kegiatan yang dijalankan dari panitia Cultural Festival 15, mulai dari Cross The Culture, yang berisi perlombaan esai, poster, dan storytelling tingkat SMA/Sederajat; rangkaian Ekspo Cultural Festival, pameran kebudayaan dari para Komunitas Mahasiswa Daerah dan stan asrama UGM Residence; rangkaian Pagelaran Apresiasi Budaya, yakni ajang penampilan kekayaan budaya dari komunitas mahasiswa daerah, mahasiswa UGM Residence, Unit Kegiatan Mahasiswa dan BSO Universitas Gadjah Mada; hingga rangkaian Duta Budaya Universitas Gadjah Mada 2026, yang telah diseleksi menjadi 10 pasang terbaik yang di mana, pemenangnya akan menjadi perwajahan dari Universitas Gadjah Mada dan diumumkan pada malam puncak besok, Sabtu, 2 Mei 2026.
Lebih lanjut Hazel menjelaskan bahwa Cultural Festival 15 kini hadir dengan membawa tema ‘Kulukilir Berbudayo: Eksplorasi Cindonyo Nusantara’, tema ini diangkat dari Bahasa Sumatera Selatan dengan kulukilir yaitu Ke Ulu dan ke Ilir yang ditafsirkan sebuah kelana dan petualangan, lalu Cindonyo yang diambil dari kata Cindo yang dalam bahasa Sumatera Selatan diartikan sebagai Cantik, Elok, dan Indah sehingga secara keseluruhan, tema ini mengajak kita untuk mengeksplorasi dan mengapresiasi indahnya kebudayaan Nusantara.
Antusiasme peserta Cultural Festival sudah mulai nampak sejak sesi pembukaan. Pengunjung memadati kursi di lantai 1 sampai mengisi area tribun. Pembukaan diakhiri dengan seremoni pembukaan dan foto bersama.



