Rabu (30/07), UGM Residence mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Mewujudkan Layanan yang Prima bagi Penyandang Disabilitas” sebagai upaya menciptakan lingkungan asrama yang inklusif, ramah, dan setara bagi seluruh penghuninya.
Acara yang digelar di lingkungan UGM Residence ini dihadiri oleh jajaran manajemen serta koordinator asrama. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., yang memberikan materi tentang pentingnya inklusivitas dalam layanan dan fasilitas asrama. Selain Wuri hadir juga para penyandang disabilitas dan penggerak ULD UGM.
Dalam pemaparannya, Wuri Handayani menjelaskan beberapa poin penting, antara lain pengertian disabilitas dan inklusi serta pentingnya kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas serta akomodasi yang aksesibel bagi penyandang disabilitas, mencakup kebijakan, aksesibilitas informasi, infrastruktur, dan layanan yang memadai. Dalam kesempatan ini Wuri juga menegaskan prinsip dasar berinteraksi dengan penyandang disabilitas agar tercipta komunikasi yang baik dan penuh rasa hormat.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi sharing dan tanya jawab bersama penyandang disabilitas dari berbagai ragam, mulai dari disabilitas daksa, netra, tuli, hingga disabilitas mental. Sesi ini memberikan perspektif langsung mengenai pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan aksesibilitas dan interaksi sosial. Salah satu peserta, Tri Wijayanto, menyampaikan adanya sharing ini sangat bermanfaat dalam mengurangi hambatan dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. “Terus terang selama ini saya membatasi komunikasi dengan penyandang disabilitas karena khawatir salah dan menyinggung. Tapi dengan pelatihan ini saya jadi paham harus bersikap seperti apa,” ujarnya.
Manajer Utama UGM Residence, Wijayanti, S.I.P., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun layanan asrama yang inklusif. “UGM Residence berkomitmen untuk menyediakan lingkungan hunian yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas, melalui layanan yang lebih baik, aksesibilitas yang memadai, dan pemahaman yang lebih luas bagi seluruh penghuni,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UGM Residence berharap seluruh jajaran pengelola dan penghuni asrama dapat bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif, ramah, dan setara bagi semua.