Dalam rangka mewujudkan keperdulian juga pengabdian kepada
masyarakat dan lingkungan sekitar asrama UGM Residence, pada tanggal Jumat, 22 Maret 2019 diadakan lifeskill sosialisasi pemilahan sampah di padukuhan lingkungan sekitar asrama sebagai wujud dari program Dharma Bakti Asrama yang pada saat ini menjadi agenda kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh mahasiswa dan karyawan UGM Residence. Sebagai aksi nyata kepedulian lingkungann pada acara tersebut, UGM Residence memberikan tempat sampah sejumlah 35 pasang (organik dan non organik) kepada 7 Pedukuhan sekitar yang secara simbolis diwakili oleh Kepala Dukuh. Berbeda dengan kegiatan Dharma Bakti Asrama sebelumnya, pada rangkaian kegiatan kali ini dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2019. Puncak acara Dharma Bakti Asrama dan Peringatan Hari Air Dunia 2019 berlangsung pada tanggal 30 Maret 2019 di area Wisdom Park tersebut diikuti oleh peserta dan tamu undangan dari berbagai kalangan, yaitu dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak, civitas akademika UGM, perwakilan Kodim 0734/Yk, komunitas peduli sungai, komunitas Mancing Mania Jogja, dan warga sekitar UGM. Tidak hanya berisi seremonial dan hiburan semata, namun acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 – 13.00 WIB ini juga diisi dengan materi pembahasan mengenai kelestarian air dari BBWS dan kuliah sungai dari Dr. Ing. Ir. Agus Maryono. Tidak hanya itu, UGM Residence juga mengadakan aksi donor darah yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sleman. Acara ditutup dengan penebaran bibit ikan oleh Komunitas Mancing Mania Jogja dan pelepasan angsa oleh Manajer Utama dan Perwakilan BBWS di Danau Bijak Wisdom Park. Dengan adanya acara tersbeut diharapkan berbagai kalangan tidak hanya sekedar memahami pentingnya kebersihan dan kelestarian air namun juga melakukan aksi nyata untuk mewujudkan lingkungan dan air yang lestari demi masa depan mereka.
BERITA
Dengan didampingi oleh bapak Parman, S.I.P., M.Si. selaku Manager Keuangan dan bapak Nugroho Arif Suseno, S.ET selaku Supervisor Unit asrama ratnaningsih bulaksumur dengan sangat antusias ibu Novita Ade memaparkan latar belakang dan menjawab pertanyaan seputar Universitas Gadjah Mada Residence kepada perwakilan rombongan dari Institut Pertanian Bogor. Dengan dilakukannya diskusi antara kedua belah pihak yang menghasilan pertukaran informasi, pertemuan ini sangat menarik karna membahas informasi, kendala yang dihadapi dan juga pencegahan tidakan menyimpang yang terjadi pada mahasiswa diasrama. Seusai dilakukannya diskusi antara kedua belah pihak tak lupa ibu Novita Ade mengajak rombongan dari Institut Pertanian Bogor untuk berfoto dan melihat sample kamar, pantry dan juga beberapa bagian ruang publik yang ada di unit asrama ratnaningsih bulaksumur sebagai wujud pengenalan lingkungan kepada rombongan.

Terletak dilokasi yang cukup strategis tidak jauh dari pusat kota, dekat dengan kampus UGM dan juga rumah sakit sardjito merupakan satu dari sekian keunggulan asrama ini. Ratnaningsih Sendowo memiliki keunggulan yang tidak dimiliki asrama lainnya yaitu terdapat akses lift dan adanya mahasiswa pasca sarjana merupakan sekian keunggulan yan dimiliki asrama ini.

Acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Hymne UGM” yang diikuti oleh seluruh hadirin secara bersama-sama dilanjutkan sambutan GM UGM Residence Bp. Ir. FX. Pri Joewo Guntoro, Dipl.HE., M.Si acara ini berlangsung dengan cukup hikmat dengan Pembacaan ikrar sumpah pemuda yang diikuti oleh seluruh hadirin. Duo Puncak Merapi merupakan finalis yang berkesempatan tampil pertama pada acara UGM Residence mencari bakat dengan membawakan lagu Raisha-Terjebak Nostalgia. Dilanjutkan penampilan Fatimah Azzahra yang memainkan gitar sambil menyanyikan lagu medley, Tradisional Papua dengan tarian kontemporer papua, Nada Aliefia Faizin yang menyanyikan lagu Anggun-Mimpi, Fachmi Fabian yang menyanyikan lagu dangdut, M. Zildjian Laxamana yang menampilkan bakatnya bermain piano dan M. Dian Saputra yang menampilkan Puisinya. Tak hanya diisi oleh penampilan dari ke 7 finalis acara ini juga dimeriahkan juga oleh Band Karyawan Wisdom Park dan juga penampilan Guest Star band d-NextG yang menampilkan lagunya yang berjudul Antara Kita.
Adapun pemenang dari acara UGM Residence mencari bakat 2018 terdiri dari : Juara 1 oleh Tradisional Papua(Piagam dan hadiah oleh Bpk. Hargo-Dir.PUI dan Bpk.GM UGM Residence), Juara 2 oleh Fachmi Fabian (Piagam dan hadiah oleh Ibu Dr. Iva-Perwakilan Juri), Juara 3 oleh M. Dian Saputra (Piagam dan hadiah oleh Bpk. Hestu-Perwakilan dari BNI), dan Juara Favorit oleh Nada Aliefia Faizin (Piagam dan hadiah oleh Saqina Fanky-Ketua Panitia). Semoga dengan terselenggaranya acara ini mampu membangun kembali semangat sumpah pemuda untuk berprestasi dan berbakat untuk memajukan Bangsa yang satu.. Bangsa INDONESIA .










Acara yang berlangsung dengan cukup meriah ini dihadiri oleh Manajer Utama UGM Residence Ir.FX.Pri Joewo Guntoro, Dipl.HE.,M.Si yang menyampaikan laporannya, berupa data mahasiswa baru UGM yang tinggal di UGM Residence diantaranya berasal dari berbagai jurusan, daerah dan Negara. Dengan berbagai latar belakang tersebut diharapkan mahasiswa/penghuni UGM Residence bisa membaur dengan baik, bisa saling menghormati dan menghargai. Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr dalam sambutan dan pemaparannya menyampaikan mahasiswa UGM lebih selektif dalam memilih kegiatan organisasi dan berhati-hati dalam menyikapi organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
Dalam acara ini juga turut hadir Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada Dr. R. Suharyadi, M.Sc. yang menyampaikan bahwa mahasiswa UGM disamping melakukan kegiatan perkuliahan juga harus aktif dalam kegiatan yang positif. Mahasiswa UGM diharapkan untuk aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dibawah naungan Direktorat Kemahasiswaan UGM. Rangkaian acara Open House UGM Residence yang menampilkan ragam tarian, musik, drama dan puisi dari mahasiswa masing-masing asrama cukup meriah dengan turut menghadirkan narasumber talkshow yaitu Tifani Diahnisa Hardianti yang merupakan salah satu alumni penghuni UGM Residence. Pada talkshow tersebut dipimpin oleh Fathur Hafizhi (mahasiswa beasiswa UGM Residence) sebagai notulen yang mendampingi narasumber menyampaikan “i’m not only stay but I will life in ugm residence” kepada mahasiswa baru bertujuan memberikan motivasi agar betah tinggal di asrama dengan menumbuhkan kesadaran untuk saling menghormati dan saling menghargai antar penghuni asrama demi terciptanya kebersamaan, kenyamanan, keperdulian dan toleransi antar mahasiswa walau terdapat kebhinnekaragaman satu dengan yang lain selama tinggal di UGM Residence.



General Manager UGM Residence, Ir.FX.Pri Joewo Guntoro, Dipl.HE, M.Si. dalam sambutannya di hadapan Karyawan UGM Residence yang hadir menyampaikan permohonan maaf. Baik sebagai pimpinan institusi maupun sebagai insan pribadi.
Lebih Lanjut Ir.FX.Pri Joewo Guntoro, Dipl.HE, M.Si. mengingatkan, persaingan Residence akhir-akhir ini makin terasa, banyak residence baru yang di bangun di sekitar Universitas. dengan adanya hal ini komitmen dan terus meningkatkan pelayanan yang terbaik menjadi hal yang utama. ” Mari terus memberikan pelayanan yang terbaik dan Semangat kerja 3As, KERAS, CERDAS dan IKHLAS” tuturnya.
Dalam kesempatan ini Manager SDM dan Pemasaran, Novita Ade Ferianty, SS.,M.Ed., M.Sc juga menyampaikan ucapan selamat dan terimakasih atas berakhirnya salah satu Karyawan UGM Residence yang sudah mengabdi selama kurang lebih 37 Tahun sebagai Security Asrama UGM Residence.

Malam budaya di Wisdompark terdapat stand budaya, stand kuliner, pentas seni, peresmian buku analogi budaya hasil lomba esai budaya ormada dan penampilan DNext-G. Acara ini sangat meriah dan dihadiri oleh Rektor UGM Prof. Ir. Panut., M. Eng., D. Eng yang juga berkenan memberikan sambutan. S. Selain animo pengunjung yang banyak,beberapa pejabat rektorat dan pejabat Dinas Pariwisata DIY pun turut hadir memeriahkan acara malam budaya.
DNextG yang digawangi dosen dosen muda UGM (Ibu Iva, Pak Wikan, Pak Gagak, Pak Widhi, Bu Nurul dan Pak Dinar) tampil sangat memukau dengan membawakan 4 lagu, salah satunya single terbaru mereka Antara Kita. Pada penutupan acara seluruh panitia berselebrasi dance dengan lagu jingle culfest ciptaan Formagama Kalbar yang memenangkan lomba jingle culfest salah satu kegiatan yang dilombakan pada Culfest 7 UGM Residence 2018.
Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Triyandi Mulkan. Bersamaan itu pula dilakukan penyerahan kenang-kenangan berupa satu kaos Daihatsu dari Pengurus PP PBSI kepada peserta luar negeri asal Jepang yang diwakili ofisial Wataru Saito.
Sedangkan pertandingan pada hari pertama, yang akan mempertandingkan babak kualifikasi, di antaranya tunggal usia dini putri, tunggal usia dini putra (U-11), tunggal anak putri, tunggal anak putra (U-13) dan lain-lain. Laga hari pertama akan dimulai pukul 08.00 dan berakhir nanti malam pukul 20.20.
Lebih lanjut dikatakan, peserta yang boleh mengikuti event Daihatsu Astec Open ini, adalah bagi mereka yang tergabung di Perkumpulan/klub sah PBSI (sudah terdaftar dalam sistem informasi (SI) PBSI. Selain itu, anggota Pelatprov, Pelatkab, Pelatkot, Pusdiklat, SKO, PPOP dan pemain luar negeri.
Disebutkan, kelompok yang dipertandingkan dalam event ini meliputi tunggal usia dini putra-putri, usia di bawah 11 tahun (kelahiran tahun 2008 atau sesudahnya). Kelompok tunggal anak-anak putra-putri, usia di bawah 13 tahun (kelahiran tahun 2006 atau sesudahnya). Kelompok tunggal dan ganda pemula putra-putri usia di bawah di bawah 15 tahun (kelahiran tahun 2004 atau sesudahnya). Kelompok tunggal dan ganda remaja putra-putri usia di bawah 17 tahun (kelahiran tahun 2002 atau sesudahnya).
Ditambahkan, untuk para juara dari beberapa kelompok usia yang dipertandingkan panitia penyelenggara sudah menyiapkan hadiah uang pembinaan (prize money) dengan total Rp 77 juta, plus medali dan piagam penghargaan.
Sekum Pengda PBSI DIY Sukiman Hadiwidjojo mengatakan, dengan kejuaraan bulutangkis tingkat nasional yang diselenggarakan di Yogya, merupakan kebanggaan tersendiri, karena selain diikuti para pebulutangkis dari berbagai kota di Indonesia, juga ada peserta dari luar negeri. (Rar – KRJOGJA,com).


